Pagelaran BEN Carnival Ke-5 Usung Tema Nusantara Retrofurism
Blitar, MHI – Blitar Etnic Nasional (BEN) Carnival kembali digelar oleh Pemerintah Kota Blitar pada Sabtu (22/08/2026) yang bertempat di Jl. Merdeka atau lebih tepatnya di depan Alun-alun Kota Blitar yang pada tahun 2026 ini memasuki tahun ke – 5 penyelenggaraan.

BEN Carnival yang pertama kali diselenggarakan pada malam hari dan terasa sangat istimewa, hal tersebut disampaikan oleh Walikota Blitar Syauqul Muhibin dalam pidatonya mengatakan bulan Agustus masih dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-81 Republik Indonesia.
“Moment ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan harus kita isi dengan karya, kreativitas, inovasi serta menumbuh kembangkan budaya nusantara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, ” Papar Walikota Blitar.

Selanjutnya Walikota Blitar yang akrab disapa Mas Ibin ini juga mengatakan bumi nusantara ini terdiri dari kurang lebih 1.340 suku bangsa, 719 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, 2.700 warisan budaya tak benda dan pada pagelaran BEN Carnival tahun ini hanya bisa menampilkan 40 budaya dari ribuan budaya nusantara.
“Ben carnival ini mengusung tema Nusantara Retrofurism harmoni tradisi menuju kota masa depan. Tema ini menegaskan bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan akar budaya nusantara melainkan tradisi kekayaan nusantara justru menjadi identitas dan kekuatan kita untuk terus berinovasi, berkreasi dan membawa Kota Blitar melangkah menuju kota masa depan. Tema Ben Carnival ini juga selaras dengan salah satu pesan Bung Karno dalam trisaktinya yaitu berkeribadian dalam kebudayaan, sebagai kota yang mewarisi jejak pemikiran serta api perjuangan Bung karno, Kota Blitar memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan menghidupkan ajaran Bung Karno, ” Terang Mas Ibin.

BEN Carnival adalah wujud nyata kekayaan budaya nusantara, setiap kostum, tarian dan karya yang ditampilkan menjadi cermin identitas sebagai bangsa yang majemuk, kebudayaan adalah jiwa dan kekuatan yang menyatukan keragaman dari Sabang sampai Merauke dan melalui BEN Carnival ini diharapakan tidak hanya melestarikan tradisi tetapi juga meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Adv/Kmf/Bay)
