Informasi perkembangan dampak Gempa Bumi Magnitudo 7,7 dan gempa susulan yang dirasakan di wilayah Kab. Manggarai Raya

0
IMG-20260815-WA0033

MHI – Pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita, bertempat di wilayah Kab. Nagekeo, dengan koordinat 8,41° LS, 121,39° BT dan kedalaman 15 Km, telah dirasakan Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di wilayah Kab. Manggarai Raya, dengan episenter berada sekitar 30 Km Timur Laut Mbay, Kab. Nagekeo, NTT.

Hasil analisa BMKG sbb

– Bahwa berdasarkan hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi tersebut berkekuatan Magnitudo 7,7 dengan episenter terletak pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, dengan kedalaman 15 Km.

– Bahwa gempabumi tersebut dirasakan cukup kuat di wilayah Kab. Manggarai Barat, Kab. Manggarai dan Kab. Manggarai Timur.

– Bahwa pascagempa utama masih terjadi beberapa kali gempa susulan dengan kekuatan yang cukup signifikan.

Dampak Gempa Bumi sbb :

Kab. Manggarai Timur.

– Bahwa terdapat laporan awal 2 (dua) orang korban jiwa, yang diduga merupakan ibu dan anak, namun sampai saat ini identitas kedua korban belum diketahui dan masih dalam proses pendataan serta verifikasi.

– Bahwa terdapat laporan kerusakan rumah warga di beberapa wilayah Kab. Manggarai Timur.
Bahwa terdapat laporan kerusakan pada sejumlah infrastruktur/jembatan di wilayah Manggarai Timur.
Bahwa masyarakat di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Kota Komba, melakukan evakuasi menuju daerah yang lebih tinggi sebagai antisipasi terhadap gempa susulan dan potensi tsunami.

Kab. Manggarai

– Bahwa wilayah pesisir bagian Utara Kab. Manggarai termasuk dalam wilayah yang mendapat status Siaga Tsunami berdasarkan pemutakhiran peringatan dini BMKG.

– Bahwa guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Ruteng dan sekitarnya.
Bahwa terdapat laporan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan bangunan/fasilitas umum di wilayah Kab. Manggarai.

– Bahwa Bandara Frans Sales Lega/Ruteng dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian panel atap yang berjatuhan akibat guncangan gempa.

– Bahwa terdapat laporan kerusakan pada sejumlah bangunan lainnya, namun jumlah dan tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan dan verifikasi.

– Bahwa sampai saat ini belum terdapat laporan tambahan korban jiwa yang telah terverifikasi di wilayah Kab. Manggarai.

Kab. Manggarai Barat.

– Bahwa guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.
Bahwa terdapat laporan kerusakan pada sejumlah hotel/bangunan penginapan di Labuan Bajo akibat guncangan gempa.

– Bahwa terdapat laporan kerusakan pada sejumlah bangunan dan rumah warga di wilayah Kab. Manggarai Barat, namun jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan.
Bahwa wilayah Labuan Bajo terdeteksi mengalami tsunami dengan ketinggian sekitar 0,36 meter.
Bahwa masyarakat di wilayah pesisir melakukan evakuasi sementara menuju tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami dan gempa susulan.
Bahwa sampai saat ini belum terdapat laporan terverifikasi mengenai korban jiwa di wilayah Kab. Manggarai Barat.

Pendapat Pelapor.

1. Gempa Bumi Magnitudo 7,7 yang dirasakan cukup kuat di wilayah Kab. Manggarai Raya telah menimbulkan kepanikan masyarakat serta laporan awal mengenai kerusakan bangunan dan infrastruktur di beberapa wilayah.

2. Dengan masih adanya gempa susulan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap bangunan yang telah mengalami keretakan atau kerusakan.

3. Terhadap wilayah pesisir Kab. Manggarai Barat dan wilayah utara Manggarai perlu dilakukan pemantauan secara intensif terkait perkembangan kondisi laut dan potensi tsunami.

4. Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD dan pemerintah daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *