Wawasan Kebangsaan Dorong Masyarakat Blitar Rawat Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Polarisasi Ruang Digital

0
Compress_20260813_170514_4405

BLITAR, MHI — Upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah meningkatnya polarisasi serta derasnya arus informasi di ruang digital menjadi perhatian dalam kegiatan wawasan kebangsaan yang digelar di Aula Tantya Sudhirajati Polres Blitar. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.”

Kapolres Blitar AKBP Ardhy dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Blitar, untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan antarwarga. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang harus disikapi dengan bijak.

“Mari bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya,” pesan Kapolres Blitar.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, namun di sisi lain juga dapat menjadi pemicu konflik apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.

Masyarakat diharapkan mampu melakukan saring sebelum sharing, memeriksa kebenaran informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang berpotensi memecah belah persatuan.

Sementara itu, dalam materi wawasan kebangsaan, Kyai Haji Agus menyampaikan pentingnya menjaga tradisi dan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil perjuangan dan pemikiran para pendahulu bangsa.

“Para pendahulu telah merumuskan sebuah negara yang kemudian menjadi Negara Indonesia dan merdeka pada tahun 1945. Sudah seyogianya kita sebagai rakyat Indonesia menjaga norma-norma yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang masyarakat merupakan kekayaan yang harus dirawat. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Setiap keputusan yang diambil hendaknya mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi rakyat.

Pemerintah juga diharapkan semakin aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, serta kebutuhan warga. Dialog secara langsung dinilai penting agar pemerintah dapat mengetahui kekurangan dalam memberikan pelayanan sekaligus mencari solusi bersama.

Kegiatan wawasan kebangsaan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blitar, Kepala Satpol PP, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas), mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak untuk membangun komunikasi, memperkuat toleransi, menjaga budaya dan tradisi, serta tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi di ruang digital, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan. Persatuan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, musyawarah, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama, keutuhan bangsa dan negara diharapkan tetap terjaga, khususnya di Kabupaten Blitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *