Tradisi Petik Laut Sendangbiru Desa Tambakrejo
MALANG, MHI – Masyarakat Nelayan Dusun Sendang Biru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan melaksanakan kegiatan petik laut yang ke 56 .tahun 2026 .Dalam sambutan kepala desa Tambakrejo Agus harianto Tradisi tahunan ini rutin dilaksanakan sebagai ungkapan rasa Syukur nelayan atas hasil laut yang telah mereka manfaatkan selama setahun sebelumnya .adapun yang hadir dalam kegiatan ini kepala desa Tambakrejo, Camat Sumbermanjing wetan,perwakilan dinas pariwisata,dinas kelautan,polres,Dandim 0818 ,polairut,UPT perikanan profensi ,DPRD fraksi Gerindra,muspika kecamatan sumawe serta toko masyarakat juga masyarakat sekitarnya.
Puncak perayaan Petik Laut ini dilaksanakan dengan melarung sesaji dari hasil bumi dan hasil laut ke laut lepas. Beberapa hasil bumi dan laut Dusun Sendang Biru disusun menjadi gunungan tumpeng dan dinaikkan dalam miniatur perahu yang berisi hasil bumi dan laut. Rangkaian acara puncak perayaan ini diawali dengan iring iringan Kereta Kencana yang dinaiki Gadis yang berpakaian layaknya Ratu Laut Selatan.
Dibelakangnya para Tokoh sesepuh Desa dan Masyarakat mengiringi kereta kencana tersebut, diikuti dengan Miniatur Perahu nelayan dan Hasil Bumi serta laut yang akan dilarung, dan terakhir diikuti oleh barisan seni trasional dan kontemporer.di sisi lain menurut sambutan dari perwakilan dinas pariwisata kabupaten Malang Hartono Tradisi petik laut ini tidak hanya memiliki makna spiritual sebagai wujud syukur nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga sarat akan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Prosesi melarung sesaji ke laut lepas diyakini sebagai simbol penghormatan kepada alam sekaligus permohonan agar hasil laut tetap melimpah dan nelayan senantiasa diberikan keselamatan dalam menjalankan aktivitasnya. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas, karena seluruh elemen masyarakat turut serta dalam persiapan hingga pelaksanaan acara.
Selain aspek religius dan budaya, perayaan petik laut juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mengundang perhatian pengunjung dari berbagai daerah. Kehadiran seni tradisional dan kontemporer dalam iring-iringan menambah kemeriahan suasana, sekaligus memperlihatkan kekayaan seni masyarakat pesisir. Dengan demikian, petik laut bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan juga sarana untuk memperkuat identitas masyarakat Sendang Biru, meningkatkan kebanggaan lokal, serta berpotensi mendukung perkembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan kami akan membantu dana sebesar limah juta rupiah untuk meringankan devisit dari kepanitian petik laut desa Tambakrejo ,Dalam Rangkaian acara petik laut dilanjutkan pada malam harinya dengan pergelaran wayang kulit yang bertempat di gedung transit Pondokdadap.
